dejadream.com – Sejumlah busana adat khas Gianyar ditampilkan dalam Parade Busana Adat Bali pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 di Taman Budaya Art Center, Denpasar. Penampilan tersebut menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, dan identitas masyarakat Gianyar kepada masyarakat luas.
Read More : Demi Dikaruniai Momongan, Pria di Bali Mencuri atas Perintah Dukun dari Facebook
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani, menyampaikan bahwa setiap busana memiliki filosofi dan nilai budaya yang terus diwariskan. Parade ini menjadi langkah untuk menjaga tradisi sekaligus mengenalkan budaya Bali kepada generasi muda.
Busana Pecalang Simbol Kehormatan dan Pengabdian
Salah satu busana yang menarik perhatian adalah pakaian adat pecalang, sosok penjaga keamanan adat Bali. Busana ini didominasi atasan berwarna gelap dengan kain poleng hitam putih. Perpaduan tersebut mencerminkan kewibawaan dan tanggung jawab dalam menjaga ketertiban adat.
Penampilan pecalang dilengkapi keris di bagian pinggang sebagai simbol kehormatan. Udeng dan busana adat yang digunakan juga menggambarkan kesiapan menjaga keamanan serta kesucian wilayah adat.
Selain itu, busana pecalang mencerminkan filosofi Rwa Bhineda yang mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan. Kehadirannya menjadi simbol pengabdian masyarakat sekaligus menunjukkan pentingnya peran pecalang dalam menjaga budaya Bali.
Tradisi Nuuh Jadi Simbol Rasa Syukur
Selain busana pecalang, Gianyar juga menampilkan Tradisi Nuuh atau Mejarag Jaje Lempeng dari Banjar Sebatu, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen serta doa agar kegiatan pertanian tetap terlindungi.
Dalam tradisi tersebut, tokoh utama bernama tukang adur tampil dengan busana sederhana. Ia menggunakan kamen hitam, kampuh poleng, umpal, sumpang pucuk, dan ikat kepala berbahan janur.
Kesederhanaan busana tersebut menggambarkan hubungan masyarakat Gianyar dengan alam. Hal ini juga menunjukkan penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Baca juga: Terjebak Banjir! Desa-desa Wisata Di Gianyar Sempat Lumpuh Total Akibat Banjir Dan Longsor!
Busana Tradisional Tampilkan Kekayaan Budaya Gianyar
Parade Busana Adat Bali juga menghadirkan berbagai busana khas Gianyar lainnya. Setiap busana menampilkan keunikan budaya melalui ragam hias, tata rias, serta perpaduan warna yang khas.
Penampilan tersebut memperlihatkan perkembangan nilai estetika yang tetap berakar pada sejarah dan tradisi. Busana adat menjadi bukti kekayaan budaya Gianyar yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Parade Jadi Sarana Pelestarian Budaya
Keikutsertaan Gianyar dalam Parade Busana Adat Bali menjadi bentuk komitmen dalam menjaga dan memperkenalkan budaya daerah. Melalui Pesta Kesenian Bali, berbagai tradisi lokal dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Sekretaris I PKK Gianyar, Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, mengatakan setiap busana adat tidak hanya memiliki nilai keindahan. Di dalamnya juga terdapat filosofi, sejarah, dan identitas masyarakat.
Karena itu, pelestarian busana adat serta tradisi pendukungnya menjadi tanggung jawab bersama. Upaya tersebut penting agar kekayaan budaya Gianyar tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.