Warga Tampaksiring Panen 3 Ton Jagung Bareng Polres Gianyar

Warga Tampaksiring

dejadream.com – Upaya menjaga pasokan bahan pangan di daerah Gianyar makin kelihatan wujudnya. Kali ini, area perkebunan seluas 4.500 meter persegi di Banjar Tarukan Kelod, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring. Mendadak ramai karena kegiatan panen raya jagung pada Rabu (2/9/2026). Nggak tanggung-tanggung, total panen yang berhasil dikumpulkan mencapai tiga ton. Seluruh hasil Bumi ini langsung diserahkan ke warga sekitar buat memenuhi kebutuhan pangan harian rumah tangga.

Read More : Ketahuan Buang Sampah Sembarangan di Bali, Pendatang Kena Denda 100 Kg Beras dan Biaya Pecaruan

Kisah di balik panen melimpah ini dimulai sejak pertengahan tahun, tepatnya pada 12 Juni 2026. Saat itu, bibit-bibit jagung mulai ditanam di atas lahan produktif kepunyaan Dinas Pertanian Gianyar. Setelah melewati masa perawatan selama kurun waktu beberapa bulan, hasil tanam di kuartal kedua ini akhirnya siap dipetik dan dikelola sepenuhnya oleh warga Pejeng Kaja lewat jaringan pasar lokal serta kemitraan daerah.

Saling Bahu-Membahu Kembangkan Sektor Pertanian

Aksi panen raya ini berjalan makin seru berkat keterlibatan banyak pihak yang saling dukung. Kapolres Gianyar AKBP James Rajagukguk hadir langsung ke lokasi penanaman buat ikut memetik hasil panen secara simbolis. Nggak sendirian, jajaran dari Polres Gianyar, perwakilan Dinas Pertanian Gianyar, pihak kecamatan, sampai para petani dari kelompok tani Subak Belong juga memadati area kebun buat kerja bareng.

Kegiatan lapangan ini pada dasarnya disiapkan buat mengawal target besar swasembada jagung sepanjang tahun 2026. Melalui kolaborasi langsung antara kepolisian, instansi pemerintah, dan warga desa, pengembangan potensi sektor pertanian di tingkat tapak bisa berjalan jauh lebih cepat dan terarah.

Gerakkan Roda Ekonomi dan Bantu Petani Lokal

Panen tiga ton jagung ini tidak sekadar jadi penanda selesainya masa tanam. Tapi juga membawa misi jangka panjang buat bantu keuangan para petani lokal. Dengan mekanisme penyaluran yang jelas, seluruh pasokan jagung bakal diserap oleh pasar-pasar tradisional di kawasan Pejeng Kaja beserta mitra pendukung lainnya. Cara ini diyakini mampu memberi penghasilan tambahan yang pasti buat para petani binaan, sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan tetap aman di pasaran.

Kerja sama semacam ini diharapkan bisa memicu pemanfaatan area-area pertanian lain di wilayah Gianyar supaya lebih optimal. Saat produksi jagung lokal melimpah dan terserap dengan baik, kemandirian ekonomi masyarakat desa tentu bakal makin kuat.

Baca juga:Pemerintah Pusat Apresiasi MPP Gianyar, Pelayanan Cepat dan Terintegrasi Jadi Sorotan

Lengkap dengan Aksi Bagi-Bagi Sembako

Bukan cuma aktivitas petik jagung di area kebun, acara ini juga dirangkaikan dengan kegiatan berbagi kepedulian. Pihak Polres Gianyar membagikan deretan paket sembako buat warga sekitar yang butuh uluran tangan. Langkah sederhana ini diharapkan bisa langsung meringankan beban harian masyarakat setempat.

Rangkaian agenda di Desa Pejeng Kaja tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan jagung secara simbolis oleh Kapolres Gianyar beserta rombongan. Gotong royong di Tampaksiring ini membuktikan bahwa sinergi yang pas bisa langsung membawa dampak nyata buat kesejahteraan warga desa.

Langkah Berkelanjutan Menuju Kemandirian Pangan Desa

Proyek pemanfaatan lahan pertanian ini bukan sekadar agenda sekali jalan yang selesai setelah jagung dipetik. Ke depannya, pola pendampingan kepada para petani lokal bakal terus diperkuat supaya siklus tanam berikutnya bisa menghasilkan kualitas bulir yang makin prima. Dengan terus mengasah teknik perawatan serta menjaga kesehatan tanah. Kebun seluas 4.500 meter persegi ini diproyeksikan jadi contoh percontohan buat wilayah lain di sekitar Gianyar.

Kemandirian pangan di tingkat desa memang butuh konsistensi dari semua pihak. Ketika warga dan para pemangku kepentingan punya komitmen serupa, ketersediaan bahan pokok tidak bakal gampang goyah walau situasi ekonomi sedang dinamis. Semangat inilah yang ingin terus ditularkan lewat keberhasilan panen jagung di Pejeng Kaja.