Target Eliminasi 2030 Masih Jauh, Gianyar Gasspol Bikin Satgas Desa Siaga TBC

Gianyar

dejadream.com – Perjuangan Kabupaten Gianyar, Bali, buat mencapai target eliminasi tuberkulosis (TBC) di tahun 2030 ternyata masih menyimpan jalan panjang. Data terbaru sampai akhir Agustus 2026 menunjukkan kalau penemuan kasus TBC di daerah ini belum menyentuh angka separuh dari target yang dipatok sama pemerintah pusat.

Read More : Biar Anak Tumbuh Maksimal, Gianyar dan Bali Serius Garap PAUD HI

Dari estimasi yang ada, baru sekitar 207 kasus TBC yang berhasil terdata atau cuma setara 48,6 persen. Angka ini jadi sinyal kuat kalau masih banyak penderita TBC di luar sana yang belum terdeteksi. Kalau ditelusuri lebih lanjut, kondisi ini cukup riskan karena penderita yang belum terdata bisa tanpa sengaja menularkan penyakit ke orang-orang di sekitarnya.

Jemput Bola dan Perkuat Faskes Demi Lacak Pasien TBC

Melihat situasi yang cukup mengejar waktu ini, Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, langsung mengambil langkah taktis. Pihak Dinkes Gianyar memilih strategi jemput bola dengan mendatangi langsung titik-titik lokasi yang punya risiko penularan tinggi. Langkah ini dilakukan supaya penemuan kasus bisa melesat lebih cepat dan mata rantai penularan TBC bisa diputus seefektif mungkin.

Gak cuma sekadar turun ke lapangan, Dinkes Gianyar juga memastikan kesiapan di lini medis. Stok obat TBC sampai bahan medis habis pakai (BMHP) laboratorium dipastikan aman. Fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di seluruh Gianyar juga disiagakan penuh agar begitu ada kasus baru yang ketemu, pasien bisa langsung dapat penanganan medis tanpa penundaan.

Menariknya, selama periode Agustus sampai Oktober 2026, Dinkes Gianyar juga menjalankan program tracking TBC terintegrasi CKG yang disebar di 36 lokasi strategis. Pemerintah setempat pun paham betul kalau urusan kesehatan begini gak bisa cuma ngandelin orang pusat atau orang dinas saja.

Karena itu, Bupati Gianyar lewat Sekda langsung menerbitkan Surat Edaran (SE) yang menginstruksikan seluruh desa di Kabupaten Gianyar buat wajib membentuk Desa Siaga TBC paling lambat 30 September 2026. Lewat kolaborasi bareng swasta dan warga lokal. Gianyar juga udah menyiapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC demi ngedukung komitmen eliminasi TBC nasional 2030.

Baca juga:Geger Penemuan Mayat Misterius di Sungai Ayung, Korban Tersangkut di Bebatuan

Kenali Gejala TBC Sebelum Terlambat dan Cara Penularannya

Biar gerakan penanggulangan ini makin maksimal, masyarakat juga wajib paham apa itu TBC dan gimana cara kerjanya. TBC sendiri merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan sama bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penularannya terbilang gampang banget, yaitu lewat cipratan dahak atau droplet pas penderita batuk, bersin, atau bicara.

Meski paling sering merusak organ paru-paru, ternyata bakteri TBC juga bisa menyerang bagian tubuh lain seperti kelenjar getah bening, tulang, bahkan otak. Makanya, penting banget buat ngecek kesehatan kalau tubuh udah mulai ngirim sinyal bahaya. Ciri-ciri utama TBC yang paling sering muncul antara lain:

  • Batuk berdahak yang gak kunjung sembuh lebih dari dua minggu.
  • Batuk yang mengeluarkan darah atau dahak bernoda darah.
  • Demam ringan yang naik-turun dan sering berkeringat di malam hari tanpa aktivitas fisik.
  • Berat badan mendadak turun drastis dan nafsu makan hilang begitu aja.
  • Rasa lemas berkepanjangan, nyeri di dada, sampai napas terasa sesak.

Kalau menemukan gejala-gejala di atas pada diri sendiri atau kerabat, jangan ditunda lagi buat langsung periksa ke puskesmas atau faskes terdekat. Ingat, TBC itu bisa disembuhkan total asalkan terdeteksi sejak dini dan pasien rutin minum obat sesuai petunjuk dokter sampai tuntas!