Nenek 78 Tahun yang Hilang Dua Pekan Ditemukan Tewas di Jurang Tegallalang

Nenek 78 Tahun yang Hilang

dejadream.com – Warga Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar lagi heboh banget gara-gara kabar duka yang menimpa salah satu warga mereka, Ni Wayan Geloh. Nenek yang udah berumur 78 tahun ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam jurang yang jaraknya nggak jauh dari tempat tinggalnya. Penemuan ini langsung bikin geger warga setempat, apalagi almarhumah sebelumnya sempat ngilang tanpa jejak selama hampir dua pekan.

Read More : Gianyar Siap Gelar Pilkel Damai 2026, 61 Calon Perbekel Siap Ajang Adu Gagasan!

Awalnya pihak keluarga masih menaruh harapan besar pas ngelakuin pencarian ke mana-mana. Nggak ada yang menyangka kalau perjalanan panjang buat nyari si nenek malah berujung kabar memprihatinkan kayak gini. Kejadian ini jelas bikin kerabat dan tetangga sekitar merasa terpukul dan nggak percaya.

Kronologi Lengkap Kasus Hilangnya Nenek Geloh Sampai Ketemu di Jurang

Semua bermula pas tanggal 21 Agustus 2026 lalu, saat keluarga sadar kalau nenek Geloh udah nggak ada di rumah. Karena panik dan cemas terjadi hal yang enggak-enggak, keluarga langsung gercep buat lapor ke kepala desa setempat. Dari situ, informasi diterusin ke tim BPBD Kabupaten Gianyar biar dapet bantuan penanganan. Waktu itu, Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, nyaranin warga bareng keluarga korban buat coba menyisir area sekitar pemukiman dulu.

Mereka udah keliling ke pelosok tempat yang biasa didatangi almarhumah, tapi hasilnya nihil selama seminggu lebih. Pencarian mandiri yang dilakukan warga sekitar seolah nembus jalan buntu karena nggak ada tanda-tanda keberadaan korban sama sekali. Baru deh pas hari Selasa sore sekitar jam 17.40 WITA, misteri hilangnya nenek Geloh akhirnya terkuak.

Warga yang masih penasaran dan terus nyari malah kaget pas nemuin tubuh korban udah tersangkut di jurang. Anehnya, posisi jurang itu padahal cuma berjarak sekitar 500 meter aja dari rumah almarhumah. Medan jurang yang lumayan curam dan tertutup semak-semak kemungkinan bikin posisi korban susah kelihatan pas awal-awal pencarian.

Proses Evakuasi yang Cukup Rumit dan Penanganan Jenazah

Begitu dapet kabar penemuan jenazah, tim BPBD Gianyar langsung meluncur ke lokasi kejadian tanpa buang waktu. Dalam kurun waktu 30 menit aja, petugas udah sampai di tempat dan langsung nyiapin peralatan buat evakuasi. Medan jurang yang lumayan dalam bikin proses pengangkatan jenazah nggak bisa dilakukan secara sembarangan.

Petugas butuh waktu sekitar dua jam penuh buat ngeluarin jenazah nenek Geloh dari dasar jurang. Proses evakuasi ini dilakuin bareng-bareng sama personel Koramil, anggota Polsek Tegallalang, plus dibantu warga lokal yang ikutan turun tangan di lapangan. Kerjasama ini penting banget mengingat jalur jurang yang cukup licin dan bikin repot pas proses evakuasi berlangsung. Setelah berhasil diangkat ke atas, jenazah almarhumah langsung dibawa ke Rumah Sakit Ari Canti Gianyar. Keputusan ini diambil atas kesepakatan dan izin dari pihak keluarga korban sendiri. Musibah ini pastinya jadi pelajaran berharga buat kita semua agar lebih ekstra menjaga dan memantau anggota keluarga yang sudah lanjut usia.

Baca Juga:Disnaker Gianyar Bahas Pengembangan Ekonomi Pedesaan Berbasis Kawasan Lewat FGD

Pelajaran Penting Buat Menjaga Anggota Keluarga yang Sudah Lansia

Musibah yang menimpa nenek Geloh di Tegallalang ini jelas jadi tamparan keras sekaligus pengingat buat kita semua. Khususnya yang punya anggota keluarga berusia lanjut di rumah. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik dan daya ingat lansia memang cenderung menurun drastis. Hal ini sering banget bikin mereka kebingungan menentukan arah jalan pulang atau bahkan enggak sadar kalau area yang mereka lewati itu berbahaya. Seperti pinggiran jurang atau tebing yang curam.

Buat mencegah hal-hal yang enggak diinginkan kayak gini terulang lagi, penting banget buat kita memberikan perhatian ekstra dan pengawasan yang lebih ketat. Kalau misal lansia di rumah masih suka jalan-jalan sendirian di sekitar pemukiman, usahakan selalu ada yang mendampingi atau minimal dipasangkan gelang identitas berisi nomor telepon keluarga. Langkah kecil kayak gini bakalan sangat membantu orang lain atau petugas kalau sewaktu-waktu mereka tersesat atau butuh pertolongan darurat di jalan.