Geger Penemuan Mayat Misterius di Sungai Ayung, Korban Tersangkut di Bebatuan

Penemuan mayat

dejadream.com – Suasana di Sungai Ayung yang berada di perbatasan Ubud, Gianyar, dan Abiansemal, Badung, mendadak heboh setelah ditemukan sesosok mayat pria tanpa identitas tersangkut di bebatuan. Lokasi tersebut merupakan salah satu jalur wisata arung jeram yang ramai dikunjungi wisatawan.

Read More : Cpns Gianyar 2024

Penemuan mayat itu langsung menarik perhatian warga dan pengunjung. Setelah menerima laporan, aparat kepolisian bersama tim gabungan mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Hingga proses penanganan berlangsung, identitas korban masih belum diketahui dan penyelidikan terus dilakukan.

Warga Temukan Mayat di Tengah Aliran Sungai

Peristiwa penemuan mayat terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Warga yang berada di sekitar Sungai Ayung melihat sesuatu yang mencurigakan di sela-sela bebatuan besar. Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan tubuh seorang pria yang sudah tidak bergerak.

Lokasi penemuan berada di bagian sungai yang memiliki arus cukup deras. Meski demikian, tubuh korban tidak hanyut karena tersangkut di antara bebatuan. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada aparat desa dan pihak kepolisian agar penanganan dapat segera dilakukan.

Korban Belum Diketahui Identitasnya

Saat dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tubuh telah kaku. Posisi jenazah membujur dengan kepala menghadap ke arah barat. Dari pengamatan petugas, korban tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana jins pendek.

Petugas juga tidak menemukan dokumen identitas maupun barang pribadi di sekitar lokasi yang dapat membantu proses identifikasi. Karena itu, aparat masih berupaya mengungkap identitas korban melalui pemeriksaan lanjutan dan koordinasi dengan berbagai pihak apabila ada laporan mengenai orang hilang yang memiliki ciri-ciri serupa.

Tim Gabungan Datangi Lokasi Penemuan

Setelah menerima informasi dari masyarakat, personel kepolisian langsung menuju lokasi bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar serta Palang Merah Indonesia (PMI). Setibanya di lokasi, tim gabungan segera melakukan pengamanan area agar proses penanganan dapat berlangsung dengan aman.

Selain melakukan identifikasi awal, petugas juga mempelajari kondisi medan di sekitar sungai. Arus Sungai Ayung yang cukup deras serta posisi korban yang berada di sela bebatuan membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Oleh karena itu, seluruh langkah penanganan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Baca juga: Jangan Lewatkan! Desa Adat Ubud Gianyar, Desa Wisata Yang Menyimpan Siadja Gallery Dan Njana Tilem Museum!

Evakuasi Dilakukan Lewat Jalur Hotel

Setelah melakukan berbagai persiapan, proses evakuasi akhirnya dimulai sekitar pukul 12.35 Wita. Tim gabungan memilih memasuki lokasi melalui akses sebuah hotel yang berada di tepi Sungai Ayung karena jalur tersebut dinilai paling aman untuk menjangkau posisi korban.

Petugas kemudian menyeberangi aliran sungai menggunakan peralatan yang telah disiapkan. Setelah berhasil mencapai lokasi, jenazah dievakuasi dari sela bebatuan dan dibawa keluar dari kawasan sungai. Selanjutnya, korban dibawa menuju fasilitas kesehatan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari proses identifikasi.

Penemuan Sempat Dilihat Wisatawan Rafting

Keberadaan korban ternyata sempat diketahui oleh sejumlah wisatawan yang sedang mengikuti aktivitas arung jeram di Sungai Ayung. Saat perahu karet melintasi bebatuan tempat korban tersangkut, mereka melihat adanya sesosok tubuh di tengah sungai sehingga kejadian tersebut segera menarik perhatian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan wisata alam tetap memiliki berbagai risiko yang memerlukan kewaspadaan. Sementara itu, aparat kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta mengetahui penyebab pasti meninggalnya pria tersebut.

Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa diimbau segera melapor kepada pihak berwenang guna membantu proses identifikasi. Hingga seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, polisi masih mengumpulkan berbagai informasi dan keterangan yang dapat mengungkap latar belakang peristiwa tersebut.