dejadream.com – Suasana di Pantai Segara Wilis, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar, berubah duka setelah I Putu Fran Gunarta (43) ditemukan meninggal dunia. Sebelumnya, pria yang berpamitan jogging tersebut tidak kunjung pulang dan tidak bisa dihubungi hingga sore hari.
Read More : Marvella Gianyar
Merasa khawatir, keluarga berupaya menghubungi korban melalui telepon, tetapi tidak mendapat respons. Kondisi tersebut mendorong keluarga melakukan pencarian di sekitar kawasan pantai hingga akhirnya menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa.
Berangkat Jogging Seperti Biasanya
Sebelum peristiwa itu terjadi, I Putu Fran Gunarta berpamitan kepada anggota keluarganya untuk melakukan jogging di kawasan Pantai Segara Wilis. Aktivitas olahraga tersebut bukanlah hal yang asing bagi korban sehingga keluarga tidak memiliki firasat buruk ketika ia meninggalkan rumah pada hari itu.
Waktu terus berjalan, tetapi korban tidak kunjung kembali sesuai perkiraan. Ketika sore menjelang, keluarga mulai merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Mereka berkali-kali menghubungi korban melalui telepon, namun panggilan tidak diangkat. Situasi tersebut membuat rasa cemas keluarga semakin besar hingga akhirnya diputuskan untuk melakukan pencarian secara langsung.
Keluarga Menyisir Area Pantai
Karena komunikasi dengan korban tidak berhasil dilakukan, keluarga segera menuju kawasan Pantai Segara Wilis untuk mencari keberadaannya. Mereka menyusuri sepanjang pesisir pantai sambil berharap korban hanya mengalami kendala komunikasi atau sedang beristirahat setelah berolahraga.
Pencarian itu akhirnya mengarah pada sebuah temuan yang sangat memilukan. Korban ditemukan sekitar 500 meter di sebelah timur area parkir pantai dalam posisi terlentang. Saat pertama kali melihat kondisi tersebut, keluarga sempat menduga korban hanya pingsan akibat kelelahan. Namun setelah diperiksa lebih dekat, korban ternyata sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Polisi dan BPBD Datangi Lokasi
Usai memastikan kondisi korban, keluarga segera menyampaikan laporan kepada aparat kepolisian agar penanganan dapat dilakukan. Laporan itu langsung mendapat respons dari personel Polsek Blahbatuh yang dipimpin Kapolsek Kompol Luh Putu Sri Sumartini bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan awal serta mengamankan area sekitar tempat ditemukannya korban. Proses identifikasi juga dilakukan guna memastikan identitas korban sekaligus mendokumentasikan kondisi di lokasi kejadian. Penanganan berlangsung dengan melibatkan beberapa unsur agar proses evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Jenazah Dievakuasi ke Rumah Sakit
Setelah seluruh pemeriksaan awal di lokasi selesai, jenazah I Putu Fran Gunarta kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar. Evakuasi dilakukan menggunakan kendaraan yang telah disiapkan agar korban dapat segera menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. Hingga proses pemeriksaan selesai, pihak kepolisian masih menunggu hasil dari tim medis sebagai dasar untuk memastikan penyebab kematian. Sementara itu, keluarga korban turut mendampingi seluruh proses yang berlangsung di rumah sakit.
Peristiwa Menjadi Pengingat Penting
Kejadian yang menimpa I Putu Fran Gunarta menjadi peristiwa yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Aktivitas olahraga yang awalnya bertujuan menjaga kesehatan justru berakhir dengan musibah yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Warga sekitar pun turut bersimpati atas kejadian tersebut. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas fisik, terutama di ruang terbuka.
Apabila berolahraga seorang diri, sebaiknya keluarga mengetahui tujuan dan perkiraan waktu kembali sehingga apabila terjadi situasi darurat, proses pencarian maupun penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Sementara itu, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.