Penyu Lekang Langka Terdampar di Gianyar, Berhasil Diselamatkan dalam Kondisi Hidup

penyu lekang

dejadream.com – Seekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) ditemukan terdampar di saluran irigasi Subak Umadewa, Desa Keramas, Blahbatuh, Gianyar. Satwa langka yang dilindungi tersebut ditemukan masih hidup meski berada jauh dari habitat alaminya.

Read More : Kober Gianyar

Setelah menerima laporan warga, polisi bersama instansi terkait segera mengevakuasi penyu ke lokasi konservasi untuk mendapatkan perawatan. Hingga kini, penyebab penyu tersebut bisa berada di saluran irigasi masih dalam penyelidikan.

Warga Temukan Penyu di Saluran Irigasi

Penyu lekang pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 Wita oleh seorang warga bernama I Wayan Eka. Saat itu, ia hendak mandi di sekitar saluran irigasi Subak Umadewa. Ketika berada di lokasi, ia melihat seekor penyu berada di dalam aliran air sehingga merasa ada sesuatu yang tidak biasa.

Awalnya, Eka memastikan kembali hewan yang dilihatnya karena keberadaan penyu di saluran irigasi tergolong sangat tidak lazim. Setelah yakin bahwa satwa tersebut merupakan penyu, ia segera melaporkan temuannya kepada Bendesa Adat Keramas agar dapat segera ditindaklanjuti. Laporan itu kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

Polisi Lakukan Evakuasi Penyu

Mendapat informasi dari masyarakat, petugas kepolisian langsung menuju lokasi penemuan. Setelah melakukan pemeriksaan awal, petugas memastikan penyu masih hidup sehingga proses penyelamatan harus segera dilakukan untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan kondisi satwa tersebut.

Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati agar penyu tidak mengalami stres maupun cedera. Setelah berhasil diamankan, satwa itu kemudian dibawa menuju Penangkaran Penyu Saba Asri di Banjar Saba, Desa Saba. Di lokasi tersebut, penyu mendapat penanganan dari para relawan konservasi yang telah berpengalaman merawat satwa laut dilindungi.

Asal Penyu Masih Menjadi Misteri

Hingga saat ini, petugas masih belum mengetahui bagaimana penyu lekang tersebut bisa sampai ke saluran irigasi. Keberadaan satwa laut di lokasi yang jauh dari habitatnya menjadi perhatian karena kondisi tersebut dinilai tidak wajar.

Hasil penelusuran sementara menunjukkan tidak ada warga Desa Keramas yang memelihara penyu. Selain itu, identitas lain seperti jenis kelamin penyu juga belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lanjutan masih dilakukan untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kondisi satwa tersebut sebelum nantinya dilepasliarkan.

Baca juga: Seni Ukir! Desa Wisata Mas Gianyar: Kunjungi Sanggar-sanggar Pemahat Legendaris Bali!

Ditangani Bersama Instansi Konservasi

Saat ini penyu lekang berada dalam pengawasan berbagai instansi yang memiliki kewenangan di bidang konservasi satwa. Penanganan dilakukan secara terpadu oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Gianyar, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan penyu memperoleh perawatan terbaik sesuai standar konservasi. Seluruh proses penanganan juga bertujuan menjaga kondisi kesehatan satwa hingga siap dikembalikan ke habitat alaminya apabila telah memenuhi persyaratan.

Penyu Lekang Termasuk Satwa Dilindungi

Penyu lekang merupakan salah satu spesies penyu yang populasinya terus mengalami penurunan sehingga mendapatkan status satwa dilindungi di Indonesia. Perlindungan tersebut bertujuan menjaga kelestarian spesies sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem laut yang menjadi habitat utamanya.

Penemuan penyu di Gianyar menjadi bukti pentingnya kepedulian masyarakat terhadap satwa liar yang dilindungi. Respons cepat warga yang segera melaporkan kejadian tersebut memungkinkan proses penyelamatan dilakukan sebelum kondisi penyu memburuk.

Kerja sama antara masyarakat, kepolisian, dan instansi konservasi diharapkan terus terjalin agar upaya pelestarian satwa langka dapat berjalan lebih optimal serta menjaga keberlangsungan populasi penyu lekang di alam bebas untuk masa depan.